- Dia dan Aku, Kamu dan Dia - Dimana mesti kuletakan hati... Jika disini tak tertampung lagi... Tapi tak kuasa menjaga kesetiaan berseri... Ada ingatan lain diantara hangat peluk mu... Tak pernah bisa ku sapu... Mengikat seluruh jiwaku... Sebelum ketahuan... Dirundung penyesalan... Lepaskan... Kita hanya lupa diri... Saling memberi empati... Karena terlalu sering komunikasi... Esok jangan lagi ada rasa... Kita sudah punya yang berhak dicinta ... Kamu dan dia, pun Aku jua... Dan kisah kita... Cukup sampai disini saja... Terkemas dalam sebuah rahasia... -Purnama- Rabu, 14 Agustus 2019
- Dokumen Lama- Lihat, siapa yang datang Jum'at, 15 Januari 2016... Dia Kekasihku, bersama para malaikat... Apa yang dia bawa ? Bukan cincin, bukan bunga, dan bukan lagi cinta... Dia adalah sejumlah kata, sumpah janji sakral mengikat hidup halal... Bukanlah sederhana, ini terjadi karena aku mencintainya.. dan telah jatuh berkali-kali, dan dia mengunakan cinta ini sebagai candu agar tidak sakau setiap hari... "Kamu cantik sayang," kata dia sembari tersenyum secerah baju biru muda yang dikenakannya malam Sabtu itu... Aku tidak harus tau apa yang ku rasakan... Biar dia melihat sendiri hembusan angin surga dalam mata yang bicara, dan menceritakannya padaku... _Purnama_