Langsung ke konten utama

Dari 1980 hingga 2021, Budaya Arisan Tak Pernah Padam

Arisan : Ajang Riya Antar Insan 

“Budaya Arisan Sebagai Wujud Interaksi Sosial, Berubah Menjadi Gaya Hidup"

(Foto dokumentasi arisan sebelum Pandemi Covid)


PADA setiap kelompok masyarakat dikenal aktivitas penghimpunan dana secara teratur pada periode tertentu yang disebut sebagai arisan.

Fenomena Arisan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia, yang berfungsi sebagai sistem untuk menyimpan dana diluar bentuk ekonomi formal.

Arisan mengacu kepada sebuah pertemuan sosial yang unik. Dimana sekelompok keluarga, teman-teman bertemu untuk melakukan undian yang diperolah dari setiap anggota yang sudah mendepositokan jumlah tetap sebesar uang.

Aktivitas continue ini bisa dilakukan dimana saja dan oleh siapa saja, bahkan sudah menjadi suatu hal yang dianggap lumrah seluruh masyarakat Indonesia. 

Bagaimana tidak, praktik ini sudah terjadi sejak dahulu kala oleh kalangan eyang-eyang, namun kini semakin marak malah didominasi ibu muda hingga kawula muda. Baik wanita maupun pria.


-  Interaksi Sosial –

"Terjalin Komunikasi Kelompok Sampai Kepada Komunikasi Antarbudaya"

(foto kegiatan arisan para ibu PKK di Lingkungan Kelurahan Jagabaya II Way Halim Bandar Lampung)


SALAH satu kegiatan arisan yang Saya temui, ada pada kelompok Ibu-Ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Lingkungan II dan III, Kelurahan Jagabaya II Way Halim Bandar Lampung.

Arisan dalam lingkup ini dibentuk sejak tahun 1980'an yang mulanya hanya sebatas mengisi kegiatan PKK agar pertemuan dan silahturahmi terus terjalin. 

Secara konsisten perkumpulan diadakan dua pekan sekali, pada hari Sabtu. Yang dalam kegiatannya bertempat di rumah-rumah anggota arisan secara bergiliran berdasarkan undian.

Pada setiap pertemuan memang terjadi Interaksi, dalam sudut pandang sosiologi adanya hubungan dan kelompok yang melakukan komunikasi. 

Berbagai macam dataran komunikasi terjalin mulai dari  interpersonal yang melibatkan antara pengurus (komunikator) dengan anggota (komunikan) hingga komunikasi antarbudaya.

Tidak semata melakukan undian, kegiatan Arisan pada kelompok PKK ini juga bertujuan mulia, yakni memberdayakan dan membantu anggota guna kesejahteraan. 

Lantaran, dalam kelompok ini terdapat kepengurusan koperasi dengan program simpan pinjam khusus anggota tanpa memberikan bunga. Dan pula bantuan material bagi anggotanya yang mengalami musibah.

Selama berjalannya kegiatan Arisan dalam kelompok PKK ini baru dua kali ganti ketua pengurus, yang diamanahkan oleh istri kepala lingkungan setempat. Sementara untuk perbendaharaan dipercayai anggota kelompok itu sendiri, dan dipantau langsung istri Ketua RT setempat.


- Kreatif dan Dinamis –

“Budaya Arisan Sebagai Wujud Interaksi Sosial Dalam Suatu Masyarakat Mempunyai Struktur yang Sangat Variatif”

(Foto arisan diisi dengan diskusi kegiatan desa dan doa bersama)

DI era 90’an kegiatan perkumpulan PKK dilakukan tidak hanya mengundi arisan. Namun diisi dengan berbagai kegiatan, misalnya, membuat kue bersama dengan berbagi resep, membuat kerajinan tangan, dan aktivitas gotong royong lainnya.

Namun seiring berjalannya waktu menuju era modern, dan banyaknya segala perubahan sosial serta ekonomi kegiatan tersebut sulit terlaksana. Terlebih saat pandemi, anggota perkumpulan yang terhitung hampir seratus orang itu, sesuai kebijakan perkumpulan kini dibatasi hanya 20 orang saja.

Arisan tak hanya dipandang sebagai sebuah perkumpulan yang membosankan, namun  mempunyai tujuan mulia dan makna yang dalam serta latar belakang jelas yang dapat dipertanggungjawabkan.

 

- Jadi Gaya Hidup -

"Beda Kalangan Beda Bentuk Kegiatan"

(foto arisan ibu muda kerap dilakukan dilokasi yang lebih bergengsi, seperti hotel dan restaurant)


DARI sejarahnya memperoleh populasi, Arisan  besar di tahun 1970 dan 1980'an. Kini Arisan juga mampu merangkul kalangan muda bahkan kaum milenial, dimana arisan saat ini menjadi gaya hidup seseorang.

Bahkan tak jarang, perkumpulan Arisan hanya sebatas kompetisi pamer atau Saya menyebutnya dengan istilah Ajang Ria Antar Insan.

Mengkaji fenomena gaya hidup di masyarakat perkotaan, ada perbedaan yang cukup signifikan. Yang mana melalui kegiatan arisan kalangan tertentu, ditemukan bahwa kegiatan Arisan didominasi pola-pola konsumsi di dalamnya yang melahirkan sebuah kompetisi.

 Dan kemudian, muncul kelompok tertentu dalam suatu kelompok arisan yang memisahkan identitas siapa yang lebih tinggi dan produk yang lebih mahal. Arisan juga tidak hanya melahirkan interaksi sosial yang baik, namun juga banyak menimbulkan konflik akibat adanya perbedaan.


- Arisan Dunia Maya -

“Budaya Arisan Mampu Mengikuti Perkembangan Sesuai Zamannya”

(Tangkapan layar salah satu kegiatan arisan online di Bandar Lampung, dengan undian produk)


PERKEMBANGAN  teknologi komunikasi juga turut mempengaruhi budaya arisan. Yang tadinya arisan dilakukan hanya kepada orang terdekat dan saling mengenal, namun sekarang bisa dibentuk secara Online.

Arisan bisa berjalan meski masyarakat penguna tekhnologi tidak saling mengenal didunia nyata. Akhirnya, banyak penjualan produk elektronik, kecantikan, hingga perabotan rumahtangga yang dilakukan dengan cara arisan. 

Kendati demikian, bertatap muka secara langsung mempunyai suatu sensasi yang memberikan kepuasan tersendiri bagi para komunikator dan komunikan didalamnya.

Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa, arisan merupakan suatu budaya yang sudah melekat sejak dahulu, dan tidak bisa terpisahkan sampai sekarang. Bahkan Budaya Arisan ini mampu mengikuti perkembangan sesuai zamannya.

(foto dokumentasi arisan keluarga sebelum pandemi)


- P U R N A M A -

(Minggu, 24 Januari 2020)

(foto penulis)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Rindu

-Rindu- Malam ini rindu mengetuk kelopak mataku...   Agar ku buka sehingga kau bisa bertamu...           Lagi, dirimu datang menggelitik kalbu... Cengar-cengir, merusak tidurku... Ku ambil handphone mencoba menghubungimu... Tak tau harus bilang apa, hanya tertunduk dungu...       Tidak ada sepucuk kata yang mampu mencurahkan rindu... Hanya mata dan rasa yang bisa bicara..Melalui tangis serta duka... -Purnama-

-Berikan Puisi ini pada Suamiku-

-Berikan Puisi ini pada Suamiku- Hujan Deras turun di sela malam, Diarak Gemuruh dan Angin, Yang menerbangkan rindu, Di dahan asa. Aku yang terjaga, Temangu di kamar memangku anakku, Menatap layar ponsel, Yang sunyi penantian, Lalu terbanyanglah wajahmu, Tempatku berteduh, Tempat bermanja, Tempatku merasa takut kehilangan. Kau tak memahami kesendirianku, Kau tak akan merasakan kerinduanku, Tak tau bagaimana membayangkan kebersamaan denganmu, Sebagai penderitaan. Ketika lamunan ini harus tergusur, Oleh panggilan anakku, Aku harus menahan diri, Dari harapanku. Engkau yang mulia, Yang penuh kelembutan, Pada titian waktu yang terukir, Sampaikanlah, wahai Tuanku yang disanjung, Puisi ini pada suamiku yang tercinta. Dalam rindu yang tak terkatakan, Aku merintih, Tolong... Tuanku, Hembuskanlah angin kata, Untuk menyentuh hatinya dengan lembut. -purnama-

Hanya Tangis

-Hanya Tangis- Aku hanya bisa bersikap seperti bayi... Menangis untuk menarik perhatianmu... Kalau cara ini salah, aku harus apa?... Katamu, Cinta itu tidak hanya dapat diukur dengan banyaknya kalimat cinta... Kendati begitu, secara tersembunyi dan dari kejauhan aku sering bercengkrama dengan Nya menceritakan tentangmu... Aku berkata kata kata setiap waktu... Aku merayu Nya, agar jangan mengambilmu dariku... Karena aku terlalu mencintaimu... Dan tidak ada yang boleh membelaimu sekalipun itu angin... Sampai tak terasa air mata tergenang  diatas tadahan tanganku... Apakah aku salah telah banyak kata ? Telah ku coba hal lain... Seperti ingin berlari...tapi hanya mematahkan kaki ku saja... Ingin ku berada di tengah hujan...tapi hanya membuatku tenggelam... Ingin aku diam...tapi tak bisa... Kalau begitu...Hanya tangis... Hanya dengan tangis dihadapan kiblatku... - purnama - (Lima tahun silam)